← Semua tulisan

Cara Menghitung Harga Cetak Banner per Meter Persegi (Rumus + Contoh)

Tim BisnisJuara · 15 Oktober 2026

Cara Menghitung Harga Cetak Banner per Meter Persegi (Rumus + Contoh)

Hampir semua cetakan lebar — banner flexi, spanduk, backdrop, stiker vinyl, sampai one way vision — dijual per meter persegi (m²). Masalahnya, pesanan jarang datang dalam ukuran bulat. Pelanggan minta 150 × 80 cm, 2,5 × 1,2 m, atau stiker 30 × 40 cm sebanyak 20 lembar. Kalau dihitung terburu-buru dengan kalkulator HP, salah ketik satu angka saja sudah membuat harga meleset.

Artikel ini membahas rumusnya, contoh-contohnya, dan tiga kebijakan yang sebaiknya Anda tetapkan supaya semua admin menghitung dengan cara yang sama.

Rumus dasar harga cetak per m²

  1. Ubah ukuran ke meter. 300 cm = 3 m, 80 cm = 0,8 m.
  2. Hitung luas satu lembar: panjang × lebar.
  3. Harga per lembar = luas × harga per m².
  4. Total = harga per lembar × jumlah lembar.

Kalau ukuran ditulis dalam cm, cara cepatnya: panjang (cm) × lebar (cm) ÷ 10.000 = luas (m²).

Contoh perhitungan

Misalnya harga cetak banner Anda Rp25.000 per m² (contoh — gunakan harga Anda sendiri).

  • Banner 300 × 100 cm: 3 m × 1 m = 3 m². Harga = 3 × Rp25.000 = Rp75.000 per lembar.
  • Banner 150 × 80 cm: 1,5 m × 0,8 m = 1,2 m². Harga = 1,2 × Rp25.000 = Rp30.000 per lembar.
  • Spanduk 500 × 90 cm, 4 lembar: 5 × 0,9 = 4,5 m² per lembar. Harga per lembar Rp112.500, total Rp450.000.

Perhatikan bahwa yang dikalikan jumlah lembar adalah harga per lembar, bukan harga per m². Ini kesalahan yang paling sering terjadi saat pesanan berisi beberapa ukuran sekaligus.

Tiga kebijakan yang perlu Anda tetapkan

1. Minimal luas per lembar

Stiker 20 × 20 cm luasnya hanya 0,04 m². Dengan harga Rp25.000 per m², harganya cuma Rp1.000 — padahal waktu menyiapkan file, mengatur mesin, dan memotongnya hampir sama dengan cetakan besar. Karena itu banyak percetakan menagih minimal 1 m² per lembar atau minimal harga tertentu per pesanan. Apa pun pilihan Anda, tulis dan pasang di meja kasir supaya pelanggan tidak merasa diperlakukan berbeda.

2. Pembulatan harga

Hasil hitungan sering tidak bulat, misalnya Rp30.240. Membulatkan ke atas ke Rp500 atau Rp1.000 terdekat membuat harga lebih mudah disebutkan dan uang kembalian lebih sederhana. Yang penting: aturan pembulatannya sama untuk semua pesanan.

3. Ukuran jadi atau ukuran bahan

Banner yang dipasang mata ayam atau dilipat pinggirnya butuh lebihan bahan beberapa sentimeter. Putuskan apakah yang ditagih ukuran jadi (yang diminta pelanggan) atau ukuran bahan yang terpakai. Keduanya sah, asalkan konsisten.

Jangan lupa menghitung laba

Harga jual yang terlihat besar belum tentu untung. Hitung modal per m²: bahan, tinta, dan biaya lain yang Anda bebankan per meter. Lalu:

Laba per lembar = harga per lembar − (modal per m² × luas)

Contoh: banner 150 × 80 cm dijual Rp30.000. Bila modal Anda Rp12.000 per m², modal satu lembar = 1,2 × Rp12.000 = Rp14.400, sehingga labanya Rp15.600 per lembar. Cara menyusun angka modal ini kami bahas di artikel menentukan harga jual digital printing agar tidak rugi.

Hitung lebih cepat tanpa salah ketik

Anda bisa mencoba semua contoh di atas di Kalkulator Harga Cetak gratis — isi panjang, lebar, harga per m², dan jumlah lembar, lalu atur minimal luas, pembulatan, dan modal untuk melihat labanya.

Kalau ingin kasir yang menghitungnya langsung saat melayani pelanggan, aplikasi kasir digital printing JuaraPOS menghitung harga per lembar dari panjang × lebar dengan rumus yang sama, mencetak ukurannya di struk, dan mencatat DP pelanggan.

Baca juga

Siap membuat website usaha Anda?

Tuangkan deskripsi usaha Anda, dan AI menyusun websitenya dalam hitungan menit. Gratis untuk mulai.

Coba Gratis